HUBUNGAN HUKUM KARMAPALA DENGAN KELAHIRAN MANUSIA

Ada beberapa ilustrasi yang dapat dipakai dalam rangka untuk
meneguhkan keyakinan kita terhadap permainan hukum karma yang rahasia ini,
antara lain:
1. Ada bayi
yang baru lahir sudah cantik atau tampan, sehat lengkap jasmani, lahir di
keluarga terhormat dan mampu secara ekonomis sehingga tidak kekurangan apapun.
Contoh yang paling nyata pada saat ini adalah cucu Presiden Susilo Bambang
Yudoyono, putra-putri para pejabat dan artis. Putri Mahkota Kerajaan Thailand,
sudah cantik, sehat, dilayani oleh banyak pelayan, juga dihormati, dan kaya
raya. Dalam ajaran agama Hindu, mereka ini tergolong dalam kelompok yang
terlahir dari alam yang disebut Surga Loka.
2.Di lain
pihak ada bayi yang baru lahir kurang beruntung. Begitu lahir kondisi fisiknya
membuat kita sedih. Oleh karena itu, kecerdasan manusia tidak bisa memahami
rahasia seperti ini. Maka menurut kepercayaan Hindu, mereka yang baru lahir
sudah menderita atau selalu susah sepanjang tahun, selalu dihinakan, dipercaya
sebagai orang yang lahir dari alam Neraka Loka.
3. Bagi
mereka yang masuk dalam kelompok kurang beruntung ini, harus segera sadar dan
bangkit untuk memperbaiki kualitas diri. Caranya dengan belajar Veda dan
beramal agar ke luar dari lingkaran Neraka Loka ini. Menyadari apa yang terjadi
pada diri kita merupakan akibat dari buah karma sendiri adalah sikap yang baik.
Hidup sebaiknya tetap bersyukur dan tidak menghujat apabila menemukan hal-hal yang
tidak menyenangkan. Seperti kata peribahasa, buruk rupa jangan cermin
dibanting. Artinya, ketika bernasib buruk, maka segera perbaiki perbuatan.
Perilaku kecewa dan mengeluh sangatlah salah. Seharusnya, banyaklah berbuat
baik, niscaya keberuntungan akan bisa didapat.
4.Tidak itu
saja, contoh lain adalah ada seorang bayi yang baru lahir tidak diharapkan oleh
ibunya sendiri lalu ditaruh di depan pintu rumah orang. Tragis dan memilukan
sekali, tetapi hal ini ada dan terjadi di masyarakat. Karena fenomena atau
rahasia ini tidak terpikirkan oleh akal, maka ajaran agama Hindu memberikan
jawaban bahwa itulah ciri-ciri orang yang lahir dari alam Neraka Loka. Mereka
harus segera menyadari hal ini, lalu dengan cepat memperbaiki kualitas diri
dengan cara, segera belajar Veda dan memperaktikan dalam kehidupan sehari-hari.
5.Semua
orang tidak mampu memikirkan jawaban rahasia ini. Mengapa ada orang yang tetap
miskin walaupun bekerja keras berhari-hari. Sementara itu, ada orang yang hidup
makmur walaupun tidak bekerja berat. Dalam konsep Hindu hal ini diyakini
sebagai bentuk permainan hukum Karmaphala yang rahasia, ajaib, dan abadi
sehingga tak terpikirkan oleh akal. Hindu sangat menolak konsep nasib, dan
kehidupan umat manusia ditentukan oleh otoritas lain. Menurut Hindu, nasib dan
kehidupan umat manusia ditentukan secara mutlak oleh karmanya sendiri.
Jenis Karmaphala
Rahasia kehidupan ini tidak dapat dimengerti, seperti halnya
tentang umur, kelahiran, rejeki, dan jodoh seseorang. Dalam hal ini, manusia
tidak mempunyai kemampuan untuk memahami dan tidak memutuskan. Manusia hanya
berusaha tetapi ada kekuatan lain yang menentukan. Kekuatan lain yang dimaksud
adalah kekuatan hukum karma yang dilihat dari lama berbuahnya. Kekuatan ini
dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.Sancita
Karmaphala
Jenis karmaphala yang pertama adalah karma yang diperbuat
pada kelahiran atau kehidupan yang lalu, yang belum habis sempat dinikmati dan
sisanya dinikmati pada kehidupan sekarang.
Ilustrasi lain untuk meneguhkan keyakinan kita terhadap
karmaphala adalah kisah hidup orang-orang sukses di sekitar kita. Kisah seorang
sahabat bernama Nasution dari Medan, Sumatera Utara. Sejak kecil, Nasution
tekun belajar dan selalu melatih dirinya menjadi seorang pemberani. Setiap
tugas yang diberikan oleh gurunya selalu dikerjakan dengan cepat dan ikhlas,
mulai dari pekerjaan untuk membersihkan halaman sekolah, sampai pekerjaan yang
sulit dalam latihan kepramukaan. Ia tidak pernah mengeluh, selalu semangat,
tersenyum, dan sopan santun. Begitu juga dalam berpakaian, ia sangat sederhana
walaupun sesungguhnya ia mampu membeli yang lebih baik. Terhadap teman ia ramah
dan suka menolong dengan ikhlas.
Kalau dihubungkan dengan hukum karmaphala, Nasution adalah
sosok orang yang mempunyai banyak tabungan karma baik cukup banyak. Setelah
remaja, ia meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Jakarta. Nasution muda
ini mulai bekerja sebagai pedagang keliling dari satu kampung ke kampung yang
lainnya. Ia mencoba bekerja sebagai pemandu wisata sambil kuliah di sekolah
tinggi pariwisata. Tabungan karma baiknya tergolong sudah banyak, terbukti
ketika ia mulai membuka bisnis biro perjalanan wisata, banyak orang yang
membantunya. Sekarang Nasution adalah pemilik beberapa hotel berbintang di
Indonesia dengan kualitas kehidupan yang sangat makmur dan mapan. Walaupun
Nasution sudah kaya raya, dia masih sabar, rendah hati, ikhlas menolong orang
susah, dan tidak sombong. Ini berarti Nasution adalah sosok yang perlu ditiru
karena telah melaksanakan ajaran Veda dengan baik.
2.Prarabdha
Karmaphala
Karmaphala jenis ini adalah karma atau perbuatan yang
dilakukan pada kelahiran ini, pahalanya dinikmati pada kelahiran ini juga.
Contoh paling aktual yang sering disampaikan oleh media
massa saat ini adalah betapa para koruptor atau pencuri uang rakyat yang dibawa
ke pengadilan lalu dijatuhi hukuman yang cukup tinggi. Penegak hukum tidak
pandang bulu dalam memberantas korupsi. Para koruptor itu menerima hasil
perbuatannya semasa mereka hidup sekarang. Buktinya adalah mereka dihukum oleh
pengadilan. Mereka juga mendapatkan sanksi moral dari masyarakat karena
dipermalukan baik dirinya maupun keluarga.
Kewajiban kita sebagai umat Hindu dalam hal ini adalah
menghindari pebuatan jahat sekecil apapun. Takutlah dengan akibat dari perbuatan
jahat kita dan malulah terhadap akibat dalam pelanggaran ajaran Veda. Seperti
contoh, teroris yang melakukan pembunuhan secara biadab terhadap orang-orang
yang sama sekali tidak melakukan kesalahan terhadap dirinya. Mereka membunuh
dengan bom berdaya ledak tinggi. Setiap adanya hukum karma, kemanapun mereka
sembunyi untuk menghilangkan jejak, dapat juga ditangkap oleh penegak hukum,
kemudian diseret ke Pengadilan dan dijatuhi hukuman mati. Mereka tidak
menyadari bahwa tujuan hidup yang sebenarnya adalah untuk saling melayani agar
mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin.
3.Kriyamana
Karmaphala
Karma jenis ini adalah hasil perbuatan saat ini/sekarang
yang belum habis dinikmati dan sisanya
dinikmati pada masa kelahiran mendatang.
Pahala dari perbuatannya itu dinikmati setelah meninggal
dunia. Menurut Hindu, kematian seseorang bukan akhir dari sebuah siklus
kehidupan, melainkan ada kehidupan lain lagi setelah kematian menjemput. Yang
hidup setelah mati adalah roh yang disebut juga sebagai suksema sarira atau
badan halus.
Roh ini selalu bereinkarnasi sebelum mencapai alam nirwana
atau moksa. Apabila seseorang dalam hidupnya selalu melakukan kebaikan dan
meninggal dunia dalam usia muda, maka pahala perbuatan baiknya itu dibawa
sampai ke alam surga. Di alam surga, roh ini akan menikmati begitu banyak
kebahagiaan dan kemuliaan. Tempatnya akan sangat baik dan dekat dengan para
Dewa dan Dewi. Apa yang diinginkannya di alam surga langsung ada di sampingnya.
Dalam kitab Purana, alam surga itu digambarkan sebagai
kondisi yang sangat baik. indah, damai, dan penuh kebahagiaan. Karena waktunya
harus terlahir kembali, maka roh yang terlahir dari alam surga ini akan
mengambil bentuk tubuh yang lebih baik. Mungkin lebih cantik atau tampan, lebih
pintar, dan terlahir di keluarga terhormat dan berkecukupan
Memang tidak mudah memberikan penjelasan tentang bagaimana
proses ini terjadi. Tetapi dengan melihat gejala yang ada, fenomena ini dapat
dijelaskan secara terbatas dengan melihat tanda-tanda yang nampak secara kasat
mata.
Perhatikan kisah hidup seorang artis. Selain cantik atau
tampan, mereka belajar menyanyi atau belajar akting cukup sebulan saja sudah
mahir dan mampu menghapalkan sampai sepuluh lagu. Bukan itu saja keberuntungan
yang mereka peroleh, para artis juga dikagumi oleh banyak orang dan
dielu-elukan oleh para penggemarnya. Penghasilannya sebagai artis dan bintang
iklan sangat banyak. Uangnya berlimpah dan fasilitas hidupnya mewah. Banyak
orang yang ingin bernasib sama seperti mereka. Fenomena ini adalah salah satu
bukti adanya Sancita Karmaphala.
Bandingkan dengan teman kita yang bukan artis. Mungkin dari
penampilan fisiknya sudah dapat dilihat, tidak secantik atau setampan artis.
Kalau belajar bernyanyi sebuah lagu, selain suaranya tidak enak didengar, dia
tidak hafal lirik lagunya. Teman kita yang satu ini juga ingin punya satu
mobil, tetapi tidak mampu membeli walaupun sudah bekerja bertahun-tahun.
Penghasilannya tidak seperti penghasilan seorang artis. Namun, apabila disuruh
membuat lemari, maka dengan cepat dia bisa menyelesaikan.
Dari contoh yang ada, maka keyakinan kita terhadap hukum
karma diharapkan semakin tinggi, lalu timbul motivasi untuk selalu berbuat
baik, mengamalkan dengan benar ajaran Kitab Suci Veda.
Pengendalian karma
Jangan sombong, jangan pelit, suka berderma, tidak boleh
memfitnah, sabar, rendah hati, jujur, selalu rajin belajar, dan menolong orang
lain. Sikap ini patut dilaksanakan agar mempunyai tabungan karma baik. Itulah
jalan utama untuk mengubah hidup agar kelak bisa menuju alam surga. Tabungan
karma baik itu akan datang secara rahasia dan tiba-tiba memberikan pertolongan
bagi mereka yang telah melakukan kebaikan dengan tulus. Artinya, mereka sudah
mempunyai tabungan kebaikan.
Ketika musibah mengancam, maka secara cepat akan ada
pertolongan yang bentuknya bisa melalui tangan orang lain. Namun, bagi mereka
yang tidak suka melakukan perbuatan baik, maka tabungan karma baiknya sedikit.
Akibatnya, apabila ada musibah mengancam, maka tidak ada pertolongan yang
muncul membantunya. Di dalam susastra Hindu, banyak disebutkan tentang
ciri-ciri orang yang lahir dari alam swarga loka
Pengendalian karma buruk dapat dilakukan dengan selalu
melaksanakan ajaran agama utamanya ajaran Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan.
Dampak Perbuatan Karmaphala
Di dalam Veda, selalu disebutkan tentang keberadaan alam
yang ada di planet lain sebagai alam surga dan alam neraka. Alam surga adalah
tempat Para Dewa dan roh-roh suci yang karmanya baik ketika masih hidup di alam
manusia.Sementara alam neraka yang disebut sebagai Neraka Loka adalah alam para
bhuta yang keadaannya buruk, penuh sesak dengan roh orang-orang jahat.
Berdasarkan hukum karmaphala, adanya surga loka sebagai
tempat roh orang baik dan neraka loka sebagai tempat roh orang jahat adalah
salah satu contoh kebenaran dari karmaphala.
Di dalam kepercayaan Hindu, kematian bukanlah akhir dari
siklus kehidupan.Artinya, ada kehidupan lagi setelah kematian menjemput. Secara
tradisi hal ini dapat terlihat dari tata cara masyarakat memperlakukan mayat.
Tidak ada di masyarakat manapun yang memperlakukan mayat secara sembarangan.
Masyarakat ini mengakui dan mempercayai ada kehidupan lain setelah mati.
Neraka adalah tempat penghakiman roh-roh jahat semasa hidup
di dunia. Alam neraka ini harus dihindari dengan cara mengamalkan Veda,
melaksanakan perintah orang tua dan nasihat guru. Di dalam agama Hindu,
diajarkan bahwa mereka yang terlahir kembali dari alam Neraka Loka akan
mempunyai ciri-ciri yang kurang baik. Sehingga harus disadari dan berusaha
melakukan kebaikan sebagaimana yang diajarkan oleh Veda.
Jangan sombong, jangan pelit, suka berderma, tidak boleh
memfitnah, sabar, rendah hati, jujur, selalu rajin belajar, dan menolong orang
lain. Sikap ini patut dilaksanakan agar mempunyai tabungan karma baik.Itulah
jalan utama untuk mengubah hidup agar kelak bisa menuju alam surga. Tabungan
karma baik itu akan datang secara rahasia dan tiba-tiba memberikan pertolongan
bagi mereka yang telah melakukan kebaikan dengan tulus. Artinya, mereka sudah
mempunyai tabungan kebaikan.
Ketika musibah mengancam, maka secara cepat akan ada
pertolongan yang bentuknya bisa melalui tangan orang lain. Namun, bagi mereka
yang tidak suka melakukan perbuatan baik, maka tabungan karma baiknya
sedikit.Akibatnya, apabila ada musibah mengancam, maka tidak ada pertolongan
yang muncul membantunya. Di dalam susastra Hindu, banyak disebutkan tentang
ciri-ciri orang yang lahir dari alam swarga loka
Pengendalian karma buruk dapat dilakukan dengan selalu
melaksanakan ajaran agama utamanya ajaran Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan.
Post a Comment
Post a Comment